Singapore Math membuat anak lebih mudah memahami matematika karena pendekatan ini tidak hanya mengajarkan cara menghitung, tetapi juga membantu anak memahami konsep, hubungan antarangka, dan alasan di balik suatu penyelesaian. Melalui metode Concrete–Pictorial–Abstract (CPA), penggunaan model visual seperti Bar Model, serta latihan problem solving secara bertahap, anak dapat membangun pemahaman matematika dari hal yang konkret menuju konsep yang lebih abstrak.
Bagi ayah bunda yang sedang mencari bimbel matematika anak atau program sempoa, memahami perbedaan pendekatan belajar menjadi penting. Kecepatan berhitung memang bermanfaat, tetapi kemampuan memahami konsep akan membantu anak menghadapi soal matematika yang semakin kompleks.
Apa yang Membuat Singapore Math Berbeda?
Salah satu keunggulan Singapore Math adalah fokusnya pada pemahaman konsep sebelum prosedur. Anak tidak langsung diarahkan untuk menghafalkan rumus atau langkah pengerjaan.
Sebagai contoh, ketika belajar penjumlahan, anak tidak hanya mengetahui bahwa 7 + 5 = 12. Anak juga dapat memahami penjumlahan melalui benda konkret, gambar, atau diagram sebelum menggunakan angka dan simbol.
Pendekatan tersebut membantu anak membangun hubungan antara apa yang mereka lihat, pikirkan, dan hitung.
Anak Belajar dari Konsep yang Sederhana
Materi matematika disusun secara bertahap. Konsep dasar diperkuat terlebih dahulu sebelum anak mempelajari konsep yang lebih kompleks.
Misalnya, pemahaman tentang penjumlahan dan pengurangan menjadi dasar untuk mempelajari perkalian, pembagian, pecahan, dan berbagai jenis soal cerita.
Dengan fondasi yang kuat, anak tidak perlu mengandalkan hafalan ketika menghadapi variasi soal yang berbeda.
Metode CPA Membantu Anak Memahami Matematika
Metode CPA atau Concrete–Pictorial–Abstract merupakan salah satu karakteristik penting dalam pembelajaran Singapore Math.
Concrete: Memahami dengan Benda Nyata
Pada tahap concrete, anak menggunakan benda yang dapat disentuh dan dipindahkan, seperti balok, kancing, stik, atau benda manipulatif lainnya.
Contohnya, untuk memahami 5 + 3, anak dapat menggabungkan lima benda dengan tiga benda. Anak kemudian dapat menghitung jumlah keseluruhannya.
Cara ini memberikan pengalaman langsung sehingga angka tidak terasa sebagai simbol yang berdiri sendiri.
Pictorial: Beralih ke Gambar
Setelah memahami konsep melalui benda nyata, anak mulai menggunakan representasi visual.
Gambar, diagram, garis bilangan, dan Bar Model dapat digunakan untuk menggambarkan hubungan antarangka.
Tahap ini sangat membantu ketika anak mulai mengerjakan soal cerita karena informasi yang tertulis dapat diterjemahkan menjadi bentuk visual.
Abstract: Memahami Angka dan Simbol
Setelah konsep dipahami melalui benda dan gambar, anak beralih ke tahap abstrak.
Pada tahap ini anak menggunakan angka, simbol operasi, dan rumus dengan pemahaman yang lebih baik.
Inilah salah satu alasan mengapa Singapore Math tidak sekadar mengandalkan hafalan. Anak terlebih dahulu memahami makna dari operasi matematika yang dilakukan.
Bar Model Membantu Anak Menyelesaikan Soal Cerita
Banyak anak sebenarnya mampu melakukan operasi hitung, tetapi kesulitan ketika menghadapi soal cerita.
Masalahnya sering kali bukan kemampuan berhitung, melainkan kemampuan memahami informasi dan menentukan hubungan antarangka.
Bar Model membantu mengatasi masalah tersebut dengan mengubah informasi dalam soal menjadi representasi visual.
Anak Belajar Melihat Hubungan Antarangka
Misalnya, sebuah soal mengatakan bahwa Andi memiliki 35 kelereng dan Budi memiliki 27 kelereng lebih banyak. Anak perlu menentukan jumlah kelereng Budi.
Daripada langsung mencari operasi yang harus digunakan, anak dapat membuat model yang menunjukkan hubungan antara kedua jumlah tersebut.
Dengan demikian, anak belajar bertanya:
- Apa yang diketahui?
- Apa yang ditanyakan?
- Bagaimana hubungan kedua angka tersebut?
- Operasi apa yang sesuai?
Kemampuan seperti ini merupakan bagian penting dari mathematical problem solving.
Singapore Math Melatih Anak Berpikir, Bukan Sekadar Menghitung
Matematika memiliki peran lebih luas daripada kemampuan melakukan operasi hitung.
Anak juga perlu belajar menganalisis informasi, mencari pola, membuat strategi, dan mengevaluasi jawabannya.
Melatih Kemampuan Problem Solving
Dalam Singapore Math, anak dapat menghadapi soal yang membutuhkan beberapa langkah penyelesaian.
Anak tidak hanya mencari jawaban akhir, tetapi belajar memahami proses untuk sampai pada jawaban tersebut.
Mendorong Kemampuan Berpikir Logis
Ketika anak terbiasa melihat pola, hubungan, dan representasi visual, kemampuan berpikir logis juga dapat berkembang.
Hal ini berguna tidak hanya dalam matematika, tetapi juga ketika anak menghadapi masalah sehari-hari yang membutuhkan penalaran.
Membantu Anak Menghadapi Soal yang Berbeda
Anak yang hanya menghafalkan prosedur mungkin kesulitan ketika bentuk soal berubah.
Sebaliknya, anak yang memahami konsep memiliki peluang lebih besar untuk menyesuaikan strategi ketika menghadapi soal dengan bentuk berbeda.
Apakah Singapore Math Lebih Baik daripada Sempoa?
Singapore Math dan sempoa memiliki fokus pembelajaran yang berbeda sehingga sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai metode yang lebih baik atau lebih buruk.
Sempoa dapat membantu mengembangkan kemampuan berhitung dan kelancaran melakukan operasi aritmetika. Sementara itu, Singapore Math lebih menekankan pemahaman konsep, representasi visual, penalaran, dan problem solving.
Ayah bunda dapat menentukan pilihan berdasarkan kebutuhan anak.
Jika tujuan utama adalah meningkatkan keterampilan berhitung, program sempoa dapat menjadi pertimbangan. Jika tujuan utamanya adalah memperkuat pemahaman konsep dan kemampuan menyelesaikan masalah matematika, Singapore Math dapat menjadi pilihan yang relevan.
Keduanya juga dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar matematika anak selama program disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anak.
Bagaimana Memilih Bimbel Matematika yang Tepat?
Ayah bunda sebaiknya tidak hanya melihat apakah sebuah bimbel memberikan banyak soal atau menjanjikan anak dapat menghitung dengan cepat.
Perhatikan beberapa hal berikut.
Pastikan Anak Memahami Konsep
Tanyakan bagaimana tutor menjelaskan materi dan apakah anak diberikan kesempatan untuk memahami konsep sebelum mengerjakan latihan.
Perhatikan Kemampuan Problem Solving
Program yang baik sebaiknya memberikan soal cerita dan masalah yang mendorong anak berpikir, bukan hanya latihan hitung berulang.
Sesuaikan dengan Level Anak
Kemampuan setiap anak berbeda. Materi sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan anak agar proses belajar tetap menantang tetapi tidak membuat anak merasa kewalahan.
Perhatikan Pengalaman Belajar
Matematika sebaiknya dipelajari dalam suasana yang positif. Anak perlu merasa aman untuk mencoba, melakukan kesalahan, dan memperbaiki cara berpikirnya.
